Sebagian dari kita pasti pernah merasakan kegagalan. Tapi sebenernya apa sih itu kegagalan ?
Brand memang harus di rancang sesederhana mungkin dan tetap di jaga kesederhanaanya dalam penyampaian pesan sehingga mudah dicerna audiens dan akhirnya dapat meningkatkan nilai ekuitas brand tersebut. Namun kadang profesional brand manager sekalipun mengalami kesulitan dalam bekerja secara “sederhana” ini.
(Source: dzikrirobbi.com)
Alkisah, seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana mengahdapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru. Ayahnya, seorang koki, kemudian membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih, ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci yang kedua dan ia menaruh kopi di panci yang ketiga. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk yang lain dan menuangkan kopi di mangkuk yang lain.
Mungkin banyak di antara Anda yang bertanya hal serupa : punya usaha tapi juga kerja ikut orang, fokus on one or do it together?
Brand seharusnya dibuat se-simple mungkin sehingga mudah dicerna dan dimengerti audiens. Tidak terlalu rumit dan bertele-tele.
Ketika Anda merumuskan sebuah brand strategis,sebaiknya buang semua yang tidak perlu. Cukup sampaikan apa saja yang menurut Anda penting dalam menunjang brand Anda. Karena dalam dunia pemasaran saat ini (yang sudah penuh sesak dengan persaingan), simplicity itu paling utama sehingga audiens kita akan semakin cepat menangkap pesan brand dan pemasaran kita. Apalagi pola kehidupan saat ini yang sangat fast moving, menyebabkan orang tidak punya banyak waktu untuk melihat selebaran iklan ataupun media promo yang lain. Hanya brand dengan konsep sederhana dan unik lah yang akhirnya dapat menarik audiens.
“Ya Allah Ya Rabbi, dari sekian banyak cobaan yang Engkau berikan padaku, kini kutahu & bisa melihat dengan jelas, bahwa Kau memang merencanakan ‘sesuatu’ untukku, Engkau ingin aku belajar banyak tentang KEHIDUPAN!